I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Prospek ekonomi yang cerah dari buah eksotic rambutan, ditandai dengan meningkatnya volume pasar ekspor 160% pada tahun 90-an. Buah rambutan yang laku di pasaran adalah buah rambutan yang sesuai selera konsumen (Kotler,1991). Untuk memenuhi selera konsumen petani rambutan menanam varietas yang disukai konsumen saja, dan menebang atau memetik yang tidak disukai dan tidak laku dipasaran. Varietas yang banyak dibudidayakan adalah varietas rapiah dan binjai. Dengan penanaman varietas secara meluas akan mereduksi jenis-jenis lain seperti si nyonya. Ini berarti pengurangan keragaman di dalam jenis atau plasma nutfah rambutan dan tidak sesuai dengan konsep pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
Di Indonesia keragaman rambutan relative tinggi. Sudarso et. al. (1996) menuliskan bahwa terdapat 30 kultivar rambutan dan 9 diantaranya adalah jenis unggul. Salah satu kultivar rambutan yang secara tradisional disukai masyarakat ialah rambutan rapiah. Bersama dengan rambutan binjai, rambutan rapiah dapat digolongkan sebagai jenis rambutan terbaik di Indonesia. Buah dari pohon yang sulit untuk diperbanyak dengan cara pencangkokan ini tidak terlalu lebat tetapi mutu buahnya sangat bagus dengan kulit buah berwarna hijau-kuning-merah tidak merata, berambut agak jarang. Rambutan rapiah memiliki daging buah yang tebal, manis, agak kering, kenyal, ngelotok dan dapat bertahan sampai 6 hari setelah dipetik. Rambutan si nyonya, jenis rambutan ini lebat buahnya dan banyak disukai terutama orang Tionghoa, dengan batang yang kuat cocok untuk diokulasi, warna kulit buah merah tua sampai merah anggur, dengan rambut halus dan rapat, rasa buah manis asam, banyak berair, lembek dan tidak ngelotok.
Peluang pengembangan budidaya rambutan masih terbuka luas dan permintaan yang cukup tinggi. Usaha peningkatan produksi ini hanya dapat tercapai apabila pertumbuhan tanaman dapat ditingkatkan menjadi lebih baik. Salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut adalah memperlakukan benih rambutan dengan kolkisin. Oleh karena itu perlu adanya suatu pengembangan tanaman rambutan untuk meningkatkan kualitas dan produksi buah. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu dengan pemutasian gen , melalui radiasi mata tunas rambutan binjai (Sudarso et. al. 1999) dan perendaman dengan larutan kolkhisin (poliploidisasi).
Kolkisin (C22H25O6N) merupakan alkaloid yang mempengaruhi penyusunan mikrotubula, sehingga salah satu efeknya adalah menyebabkan penggandaan jumlah kromosom tanaman (terbentuk tanaman poliploid). Tanaman poliploid memiliki pola pertumbuhan,ciri morfologi, anatomi, genetik, fisiologi, dan produktivitas yang berbeda dibandingkan dengan tanaman diploidinya. Umumnya kenampakan tanaman dan produktivitasnya lebih baik, sehingga secara ekonomis lebih menguntungkan (Burns, 1972). Oleh karena untuk menghasilkan tanaman dengan keragaman morfologi, sitologi yang berbeda dan produktivitasnya tinggi dilakukan penelitian dengan perlakuan kolkhisin pada beberapa benih varietas rambutan.
B. Perumusan Masalah
Rambutan (Nephelium sp.) merupakan tanaman buah hortikultural berupa pohon dengan famili Sapindacaeae. Tanaman buah tropis ini dalam bahasa Inggrisnya disebut Hairy Fruit berasal dari Indonesia. Hingga saat ini telah menyebar luar di daerah yang beriklim tropis seperti Filipina dan negara-negara Amerika Latin dan ditemukan pula di daratan yang mempunyai iklim sub-tropis. Dari survey yang telah dilakukan terdapat 22 jenis rambutan baik yang berasal dari galur murni maupun hasil okulasi atau penggabungan dari dua jenis dengan galur yang berbeda. Ciri-ciri yang membedakan setiap jenis rambutan dilihat dari sifat buah (dari daging buah, kandungan air, bentuk, warna kulit, panjang rambut). Dengan adanya perlakuan kolkhisin pada benih rambutan merupakan salah satu usaha untuk membentuk varietas rambutan unggul dan produktivitas yang tinggi.
Berdasarkan uraian di atas, yang akan diteliti sebagai berikut.
1. Bagaimana pengaruh kolkisin terhadap keragaman morfologi dan sitologi jumlah kromosom tanaman rambutan?
2. Bagaimanakah respon pertumbuhan awal tanaman rambutan dengan perlakuan kolkhisin?
3. Berapakah konsentrasi kolkhisin yang tepat untuk peningkatan jumlah kromosom (poliploidisasi) tanaman rambutan?
C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk :
1. Memperoleh informasi mengenai pengaruh perlakuan kolkhisin terhadap keragaman morfologi sitologi dan pertumbahan awal varietas rapiah dan Si nyonya tanaman Rambutan.
2. Memperoleh informasi respon pertumbuhan awal tanaman rambutan jika diberi perlakuan kolkhisin.
3. Memperoleh informasi mengenai konsentrasi yang tepat untuk peningkatan jumlah kromosom tanaman rambutan.
D. Hipotesis
Pemberian kolkisin berpengaruh terhadap keragaman morfologi sitologi jumlah kromosom (ploidi) dan pertumbuhan awal tanaman rambutan (Nephelium appaceum Linn.).
II. METODE PENELITIAN
A. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan mulai bulan Februari 2011 sampai selesai di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret, dan Laboratorium Fisiologi dan Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.
B. Bahan dan Alat Penelitian
1. Bahan Penelitian: biji tanaman rambutan varietas rapiah dan Si nyonya, pasir, tanah, pupuk kandang., kolkhisin, aquadest, alkohol, asam asetat glacial 45 %, HCL 1 N, Asetoorcein 2%, gliserin , cat kuku dan kapas.
2. Alat: bak perkecambahan, polibag ukuran 25 x 25 cm, saringan, pengaduk tanah, paranet, nampan kecil, botol flakon, gelas beker, pipet,silet, gelas benda, gelas penutup, silet, kuas, pipet, pinset, oven, lemari pendingin, kertas tissue, kertas label kamera foto dan mikroskop cahaya.
C. Analisis Data
Data yang diperoleh dari penelitian dianalisis secara deskripsi komparatif (data kualitatif) sedangkan data fenotipe (morfologi) yang merupakan data-data kuantitatif dianalisis dengan uji F taraf 5% dan apabila ada hasil yang berbeda nyata maka dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%.
asslmlkm wr wb
BalasHapuskeren teh,,, sangat menginspirasi,,, maksh ya,,,
boleh share lebig lanjur,,,
salam kenal,,, dari bumi sriwijaya,,, nurrahmawati ^_^